Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berikut 4 Penyebab Iklan Google AdSense Dibatasi

Pembatasan iklan AdSense berarti jumlah penayangan iklan dalam blog akan berkurang. Tentu saja hal ini bisa membuat bisnis mengalami penurunan. Maka dari itu, penting kiranya untuk mengetahui penyebab iklan Google AdSense dibatasi. 

Biasanya, pembatasan tersebut berlaku selama 30 hari. Bisa jadi, lebih lama sesuai dengan penyebabnya. Jadi, setidaknya harus lebih berhati-hati agar iklan yang dibuat tidak dianggap melakukan pelanggaran. 

Penyebab Iklan Google AdSense Dibatasi

Berikut 4 Penyebab Iklan Google AdSense Dibatasi

Terdapat beberapa penyebab yang bisa mengakibatkan pembatasan pada Google AdSense. Entah pemilik blog menyadari kesalahannya atau tidak, pembatasan akan tetap terjadi jika Google menganggap itu pelanggaran. 

Jika ingin meminimalisir terjadinya hal seperti itu, maka harus tahu apa saja faktor penyebabnya. Dengan begitu, bisa menghindari hal tersebut dan penayangan iklan tetap optimal. Berikut penjelasan mengenai penyebabnya pembatasannya. 

    1. Trafik Rendah

Pada umumnya, Google suka dengan trafik organik yang asalnya dari mesin pencari. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada semua jenis blog. Biasanya, yang menjadi pertimbangan adalah usia, jenis, niche, dan kontennya. 

Pengawasan lebih dari pihak Google yaitu saat membagikan tautan iklan ke berbagai sosial media. Contohnya, seseorang membagikan tautan ke halaman Facebook. Kemudian, ada dari pengikut mengkliknya untuk memberikan dukungan. 

Ternyata praktik seperti itu yang tidak Google sukai sehingga terjadi pembatasan iklan. Jadi, aktivitas terbaru diklaim memiliki trafik yang rendah. Hal ini juga berlaku untuk trafik berbayar atau bot. 

    2. CTR AdSense

Ternyata CTR AdSense yang berada di batas wajar bisa mengundang perhatian robot Google. Termasuk penayangan iklan yang perlu pemilik blog hindari adalah sticky ada dan iklan pop-up. 

Hal ini kurang Google sukai karena memaksa pengunjung untuk mengklik iklan atau tanpa sengaja mengkliknya. Akhirnya, merugikan adversiter dan Google akan menempatkan akun pemilik blog dalam pengawasan.

Batas CTR pada umumnya sekitar 4 % hingga 5 %. Namun, beberapa blog dapat mempunyai CTR lebih tinggi, yaitu sekitar 18 % sampai 50 %. Namun, angka tersebut untuk blog yang praktiknya memang Google ijinkan. 

    3. Konten

Penyebab iklan Google AdSense dibatasi selanjutnya adalah konten. Jadi, sebaiknya upload konten yang bermanfaat dan sesuai dengan Google Guide lines. Dengan begitu, akan aman dan penayangan iklan bisa normal. 

    • Pada umumnya, ada beberapa kategori jenis konten yang Google anggap sebagai pelanggaran. Berikut daftarnya. 

    • Konten berisi kata-kata dewasa. 

    • Berisi hal-hal yang berkaitan dengan judi dan pornografi. 

    • Konten yang mengandung ujaran kebencian serta provokasi. 

    • Berisi penjualan minuman keras, tembakau, obat resep, produk turunan tembakau, amunisi, dan senjata. 

    • Konten berisi aktivitas melanggar hukum atau ilegal. 

    4. Iklan Google AdSense Dibatasi Karena Navigasi yang Menipu

Google juga bisa membatasi iklan AdSense juga karena navigasi yang menipu atau palsu, serta menyesatkan. Misalnya sebuah blog yang mempromosikan sebuah streaming atau pengunduhan. 

Namun, link yang tertera di blog tersebut ternyata palsu dan mengarah ke konten lainnya. Tidak sesuai dengan deskripsi yang ada. Maka dari itu, robot Google bisa mendeteksi aktivitas tersebut dan penayangan pun dibatasi. 

Hal tersebut juga berlaku pada sebuah konten yang mencantumkan link konten lain. Namun, ternyata link tersebut palsu atau rusak sehingga tidak bisa membukanya. Jadi, untuk menghindari pembatasan, maka link yang rusak harus segera diperbaiki. 

Selain faktor di atas, penyebab iklan Google AdSense dibatasi juga karena mengarah ke blog lain yang tidak relevan. Bisa pula mengambil konten orang lain tanpa izin dan tidak ada perubahan sama sekali.