Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siapakah yang Pertama Kali Menciptakan Sistem Operasi Linux, Ini Jawabannya!

Siapakah yang Pertama Kali Menciptakan Sistem Operasi Linux, Ini Jawabannya!

Masih banyak pengguna sistem operasi komputer yang tidak mengetahui siapakah yang pertama kali menciptakan sistem operasi Linux. Linux adalah nama dari sistem operasi komputer Unix yang merupakan salah satu pengembangan perangkat lunak bebas.

Berbagai jenis perangkat keras komputer menggunakan Linux sebagai sistem operasi. Diantaranya, seperti desktop, superkomputer, dan embedded sistem (PlayStation 2, PlayStation 3, Xbox), router dan telepon genggam.

Siapakah yang Pertama Kali Menciptakan Sistem Operasi Linux?

Siapakah yang Pertama Kali Menciptakan Sistem Operasi Linux, Ini Jawabannya!

Sistem operasi Linux lahir dari tangan seorang programer asal Finlandia yang bernama Linus Benedict Torvalds. Pria yang lahir pada 28 Desember 1969 ini telah berhasil membuat kernel linux yang kemudian berkembang pesat menjadi sebuah teknologi OS terpopuler, bahkan dapat menyaingi Microsoft Windows.

Linus sudah mulai berkecimpung ke dalam dunia pemrograman komputer sejak berusia 10 tahun dengan mengandalkan komputer Commodore VIC-20 milik kakeknya. Ia mulai mengenal pemrograman C saat kuliah di university of Helsinki pada 1988.

Kemudian, Linus membeli sebuah komputer yang saat itu masih menggunakan sistem operasi MS-DOS buatan microsoft. Namun, ia lebih tertarik menggunakan komputer milik universitasnya yang mengandalkan sistem operasi UNIX.

Linus berusaha melakukan pengembangan sistem operasi yang memadai pada PC UNIX. Hingga beberapa bulan kemudian, ia berhasil menciptakan sistem kasarnya yang dinamai dengan LINUX. Nama yang mungkin saja gabungan dari Linus dan UNIX.

Sejarah Singkat Lahirnya Sistem Operasi Linux


Nah, setelah mengetahui siapakah yang pertama kali menciptakan sistem operasi Linux, ketahui pula sejarah singkat lahirnya LINUX. Sejarah lahirnya Linux dimulai pada 1991 berawal dari rasa penasaran Linus dengan sistem operasi.

Namun, ia sempat frustasi karena lisensi MINIX saat itu hanya dapat diakses untuk kepentingan pendidikan. Itulah mengapa Linus akhirnya membuat kernel sendiri, yaitu Linux. 

Ia terus mengembangkan Linux di MINIX, kemudian mengganti MINIX menjadi GNU GPL. Para profesional pun terus melakukan pengembangan hingga terjadilah sebuah integrasi antara Linux kernel dengan komponen GNU.

Kolaborasi tersebut berhasil membuahkan sistem operasi gratis yang dapat melakukan fungsinya secara utuh. Sebelumnya, Linus menamai kernelnya dengan nama Freak, yang merupakan singkatan dari free, freak dan Unix.

Pada masa perkembangan, Linus mengunggah file hasil buatannya pada FTP server. Saat itu, salah seorang temannya di FTP Server menilai nama Freak kurang menarik. Sehingga ia pun mengganti nama dari project menjadi Linux tanpa melakukan konsultasi dengan Linus.

Meskipun begitu, Linus akhirnya menyetujui penggantian nama tersebut. Sejak saat itulah nama Linux digunakan sampai saat ini.

Linux dikenal banyak orang dimulai saat Linus Torvalds membagikan source code (kode sumber) kernel linux melalui jaringan internet. Saat itu, Linus muda tidak pernah berpikir bahwa tindakannya tersebut akan menjadi awal lahirnya sebuah bisnis besar yang tidak ternilai harganya. 

Ia juga tidak pernah menyangka bahwa sistem operasi Linux rancangannya itu akan menjadi sistem operasi yang menjanjikan seperti sekarang ini. Malah sistem operasi Linux terus berkembang. Bahkan sistem Linux terbaru juga bisa dibenamkan dalam server, komputer desktop, tablet PC, handphone, mobil, GPS, robot hingga pesawat buatan NASA.

Saat pertama kali diperkenalkan, sistem operasi Linux tidak memiliki logo. Sehingga para pengembang bertanya-tanya, kemudian mengusulkan agar Linux diberi logo sebagai identitas. Kemudian, hadirlah penguin Tux (Torvald UNIX) sebagai logo Linux yang dirancang oleh seniman bernama Larry Ewing.

Keunggulan Sistem Operasi Linux

Tidak heran jika sistem opera Linux sangat populer dan terus berkembang. Karena Linux menawarkan cukup banyak keunggulan, di antaranya:

    • Dapat digunakan secara gratis

    • Mudah menggunakannya

    • Sistem operasi yang aman

    • Performanya cepat

    • Privasi penggunanya terjaga

    • Menyediakan banyak distro

    • Linux melakukan update secara rutin

    • Cocok untuk Developer

Penggunaan Linux pada desktop memang masih kalah banyak dengan Windows. Namun, terdapat sekitar 96,3 persen server top di seluruh dunia telah memanfaatkan Linux sebagai sistem operasinya.

Nah, pertanyaan siapakah yang pertama kali menciptakan sistem operasi Linux kini sudah terjawab, bukan? Selamat menikmati kecanggihan sistem operasi rancangan dari Linus Linus Benedict Torvalds.